GOWA | SWUARAINDONESIA.COM – Akademisi Universitas Indonesi Timur, yang juga Pakar Hukum Pidana Dr. Syamsul Bachri sampaikan bahwa di tengah berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik dan media sosial, masyarakat Kabupaten Gowa diharapkan tetap mengedepankan sikap bijaksana, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Kabupaten Gowa selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai budaya Siri’ na Pacce, semangat gotong royong, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan maupun perbedaan pandangan yang muncul di tengah masyarakat.
Berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen warga memiliki peran strategis untuk menjaga suasana tetap aman, damai, dan kondusif. Dialog yang santun, penghormatan terhadap hukum, serta penyelesaian persoalan melalui mekanisme yang berlaku merupakan langkah terbaik dalam menjaga stabilitas daerah.
Pemerintah Kabupaten Gowa sendiri terus menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga percepatan pengelolaan aset daerah. Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dr. Syamsul Bachri, S.iP SH MH adalah akademisi yang mededikasikan diri sebagai Dosen dan Advokat saat ini, juga meminta masyarakat dan mengimbau untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Setiap informasi sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu agar tidak memicu kesalahpahaman maupun memperkeruh suasana, perbedaan pandangan dalam masyarakat saat ini adalah bentuk kebebasan berpendapat yang juga diatur dalam UU, tetapi perlu disadari atas batasan batasan yang ada juga diatur dalam UU, oleh karena itu kita tetap menjaga dari apa yang kita sampaikan di hadapan publik khususnya di media sosial.
Dr. Syamsul menambahkan bahwa Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan saling menghormati, mengedepankan musyawarah, dan tetap menjaga persaudaraan. Kepentingan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Gowa harus menjadi prioritas bersama di atas kepentingan kelompok maupun individu.
Saya pribadi mengharapkan situasi Kabupaten Gowa dalam keadaan baik, Pemerintah tidak terganggu dalam menjalankan program pemerintahan, demikian juga DPRD Kab. Gowa agar dapat menjalankan tugas fungsi dan wewenangnya sebagaimana diatur dalam kaidah hukum dan tidak melenceng dari rel yang sudah digariskan oleh peraturan perundang-undangan.
Semangat persatuan dan kolaborasi diyakini akan menjadi fondasi yang kuat bagi Gowa untuk terus berkembang. Dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan saling menghormati, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan, investasi, pendidikan, serta kesejahteraan bersama.
Dr. Syamsul Bachri yang banyak mengabdikan diri dalam organisasi di Kab. Gowa ini diataranya adalah mantan Ketua DPD KNPI Kab. Gowa, Pengurus DPD BKPRMI Kab. Gowa HIPMA Gowa, dan saat ini Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa, Wakil Ketua 1 DPC Peradi Makassar, Ketua Umum Asosiasi Dosen Swasta Indonesia (ADSI). Berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat komunikasi, menjaga kerukunan, dan bersama-sama menciptakan Gowa yang damai, harmonis, serta menjadi contoh daerah yang mampu menyelesaikan setiap dinamika secara dewasa dan bermartabat.***

















